Senin, 07 Mei 2012

Bukan Sembarang Menulis

Menjadi penulis ternyata  tidak semudah yang saya kira. Manusia bebas melakukan apa yang disukai namun wajib dibarengi dengan sebuah konsekuensi. Begitu halnya dengan profesi penulis, menulis tidak boleh asal-asalan. Harus ada adab yang dipegang dan isi yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Memang, untuk tulisan fiksi hal ini tidak berlaku karena hakikatnya karya fiksi adalah buah karya imajinasi secara bebas. Tapi ketika sebuah tulisan menyangkut kejadian nyata semua wajib jelas asal, usul dan isinya. Karena kebohongan atau rekaan dalam menuliskan hal nyata adalah hal kejam dan bisa merugikan pihak lain. Seperti halnya dalam berbicara hal ini bisa diibaratkan fitnah lewat huruf dalam rangkaian kata yang lebih kejam dari pembunuhan menurut sebuah peribahasa. Banyak kasus pencemaran nama baik atau pembiasan realita terjadi akibat ulah penulis yang tak bertanggungjawab. Tulisan memang hanya sebuah bacaan namun ketika tersebar ke publik tentu beda cerita dan dampaknya. 


Menulis bisa digunakan sebagai media dakwah untuk menyarankan kebaikan semisal tips memotivasi diri atau cara jitu meninggalkan perbuatan jahat. Saya pernah membuat artikel yang isinya tentang cara mengatasi ketergantungan pornografi. Artikel ini saya share di blog, beberapa forum media digital dan jejaring sosial. 

Dari sana saya mendapatkan apresasi yang cukup baik dari para pembaca. Banyak dari mereka merasa terbantu dengan saran tersebut, namun saya sadar akan satu hal. Sebuah hal mendasar yang saya dapatkan dari ceramah seorang ustad dalam sebuah khotbah jumat yang isinya saya artikan seperti ini “berikanlah ilmu yang kamu ketahui walau hanya satu ayat namun jangan menyuruh orang lain melakukan ini dan itu kalau kau tidak dan belum mampu mempraktekkannya”. 

Di sinilah saya sadar bahwa saya melakukan perbuatan yang kurang tepat, tidak salah memang namun kurang afdol nilanya. Sebagai penulis saya bertindak benar dengan menyuruh orang lain melakukan beberapa tips untuk mengatasi ketergantungan pornografi tapi di sisi lain saya masih tergoda dan gemar mencari hal-hal berbau pornografi. Sungguh ironis bukan? Seharusnya sebelum saya menulis hal tersebut sudah sewajarnya saya melakukan dan mencoba hal tersebut pada diri sendiri sampai berhasil sebelum menyuruh orang lain untuk mempraktekkannya. 

Sepele buat sebagian orang tapi sangat penting maknanya bagi saya. Saya memang bukan penulis professional, saya hanya blogger pemula yang hobi menulis. Mulai saat ini saya berjanji akan berusaha menulis sesuatu yang bisa saya pertanggungjawabkan isinya agar lebih membawa manfaat untuk diri pribadi dan pembaca.

3 komentar:

  1. blog nya udah di follow gan, jangn lupa follow back di :

    http://www.coretandiko.co.cc

    BalasHapus
  2. KEREN GAN ARTIKELNYA...
    HOBI MENULIS PERLU DITERAPKAN BAGI GENERASI MUDA SEKARANG. KARENA MENULIS DAPAT MENJAGA KEMAMPUAN OTAK KITA AGAR TIDAK MENURUN......

    MENULIS DAN MEMBACA SANGATLAH PENTING BAGI PERKEMBANGAN POLA PIKIR MASYARAKAT..... SEMOGA ARTIKEL INI TIDAK HANYA DI BACA SAYA SAJA TAPI SELURUH SAHABAT DI INDONESIA

    BalasHapus